Dansektor 1 Satgas Citarum Harum Tekankan Pengelolaan Limbah Kohe sebagai Kunci Menjaga Kelestarian Citarum

Yatiman
0

 


Majalah CEO | Kabupaten Bandung, 30 Juni 2026 – Satgas Citarum Harum Sektor 1 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Citarum Harum kepada masyarakat terkait penanganan limbah kotoran hewan (kohe) pada Selasa (30/6/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Aula Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dan dihadiri oleh unsur pemerintah, kelompok peternak, serta para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengelolaan limbah peternakan.


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya para peternak sapi perah, mengenai pentingnya pengelolaan limbah kotoran hewan secara baik dan berkelanjutan. Pengelolaan limbah yang tepat diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan, terutama di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai.


Adapun materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi penanganan limbah kotoran hewan ternak di Kabupaten Bandung, intervensi penanganan limbah kohe melalui kolaborasi multi-stakeholder di Provinsi Jawa Barat, serta sosialisasi pemanfaatan limbah menjadi berkah melalui berbagai bentuk pengolahan yang bernilai guna.


Narasumber dalam kegiatan tersebut terdiri dari Dansektor 1 Cisanti, Kolonel Inf. Makmur Siagian, S.I.P., perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, Ibu Ima, serta perwakilan KPBS Pangalengan, Ibu Fitri.


Dalam sambutannya, Dansektor 1 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf. Makmur Siagian, S.I.P. menegaskan bahwa persoalan limbah kotoran hewan merupakan salah satu perhatian penting dalam upaya menjaga kualitas lingkungan di wilayah hulu Sungai Citarum. Menurutnya, keberhasilan Program Citarum Harum tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah dan Satgas, tetapi juga membutuhkan komitmen serta peran aktif seluruh masyarakat, khususnya para peternak.


"Pengelolaan limbah kotoran hewan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Apabila limbah dikelola dengan baik, maka pencemaran lingkungan dapat ditekan, kualitas air dapat terjaga, dan masyarakat pun memperoleh manfaat ekonomi dari hasil pengolahannya. Inilah yang menjadi semangat Program Citarum Harum, yaitu menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Kolonel Inf. Makmur Siagian.


Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, koperasi peternak, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan limbah yang terpadu dan berkelanjutan.


Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat memaparkan berbagai program dan strategi pemerintah dalam mendukung penanganan limbah peternakan melalui pendekatan lintas sektor. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan di kawasan peternakan.


Pada kesempatan yang sama, perwakilan KPBS Pangalengan menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mendorong para anggota koperasi agar mengelola limbah kotoran hewan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, seperti pupuk organik dan pemanfaatan lainnya yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi peternak.


Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan terbangun kesamaan pemahaman dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung pengelolaan limbah peternakan yang lebih baik. Sinergi antara pemerintah, Satgas Citarum Harum, koperasi peternak, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan kelestarian Sungai Citarum serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.*""

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)