Majalah CEO | Bandung – Dansektor 2 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf. Dwi Kristiyanto, melaksanakan sosialisasi Program LOSEDA (Lodong Sesa Dapur) di Aula Sekolah Tinggi Analis Bakti Asih, Desa Padasuka, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Citarum Harum dalam mengoptimalkan pengurangan sampah organik sejak dari sumbernya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Lurah Padasuka, Sekretaris Kecamatan Cimenyan, Ketua RW 09, Dansub 3 Cimeyan Serka Choiri,Babinsa Serka Adi, perwakilan Yayasan Bakti Asih, serta tokoh masyarakat.
Perwakilan Yayasan Bakti Asih Ibu Rani Handriani,S.SI.,M.Kes. menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program LOSEDA. Yayasan juga telah melakukan berbagai penelitian terkait pengolahan sampah organik dan anorganik, termasuk pengembangan eco-enzyme dan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif yang dipimpin oleh Ketua Tim, Ibu Euis. Menurutnya, Yayasan Bakti Asih terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan persoalan lingkungan di masyarakat.
Lurah Padasuka M Fachla Hidaya Mimbra,S.IP mengapresiasi kehadiran Dansektor 2 Satgas Citarum Harum beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
"Kami siap mendukung dan menggerakkan Program LOSEDA sebagai salah satu solusi penanganan sampah di wilayah. Terima kasih kepada RW 09 yang telah bersedia menjadi wilayah percontohan penerapan LOSEDA dengan melibatkan unsur pentahelix," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cimenyan M.Rizal berharap Program LOSEDA dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Cimenyan.
"Semoga kegiatan ini membawa manfaat serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat," katanya.
Dalam paparannya, Dansektor 2 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf. Dwi Kristiyanto menjelaskan bahwa Program LOSEDA merupakan salah satu solusi sederhana namun efektif untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga.
"TPA Sarimukti saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas. Karena itu, solusi terbaik adalah mengurangi sampah sejak dari sumbernya dengan membiasakan masyarakat memilah sampah dari rumah. Sampah organik sisa dapur yang dimasukkan ke dalam lodong akan terurai menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman maupun budidaya sayuran di lingkungan sekitar," jelasnya.
Kolonel Dwi Kristiyanto juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Cimenyan, Pemerintah Desa Padasuka, Yayasan Bakti Asih, Babinsa, Ketua RW 09, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut.
Melalui Program LOSEDA, Satgas Citarum Harum berharap kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat, sehingga jumlah sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir dapat terus ditekan. Program ini diharapkan menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu Dansektor meninjau langsung pemilahan sampah, Loseda dan Komposter***
