TANGERANG — Ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dimanfaatkan secara maksimal oleh PT Mangatur Dharma untuk memperkenalkan diversifikasi produk terbarunya di bawah merek legendaris Sakura.
Nama Sakura tentu sudah tidak asing lagi bagi para pemilik kendaraan di Indonesia. Sejak memulai perjalanannya pada tahun 1976, merek di bawah naungan ADR Group ini telah lama identik dengan produk penyaring (filter) berkualitas tinggi. Namun, dalam pameran otomotif berskala internasional GIIAS 2026, Sakura menegaskan transformasi bisnisnya dengan membawa deretan komponen baru yang lebih lengkap untuk kebutuhan aftermarket otomotif maupun alat berat.
Direktur PT Mangatur Dharma, Rudy Soerjanto, menjelaskan bahwa partisipasi mereka di GIIAS 2026 bukan sekadar unjuk gigi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat brand awareness kepada publik bahwa lini produk Sakura kini semakin beragam.
"Target kita dari Sakura dalam pameran GIIAS 2026 ini terutama lebih memperkenalkan merek Sakura, terutama produk-produk barunya. Sakura bukan hanya untuk filter sama radiator, tapi juga part lain," ujar Rudy, saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/7).
Dalam pameran kali ini, Sakura secara resmi memperkenalkan produk unggulan terbarunya, yaitu Sakura Wiper Blade Hybrid. Produk ini dirancang dengan desain aerodinamis mutakhir untuk segala kondisi cuaca, memberikan visibilitas maksimal tanpa suara berdecit. Selain itu, PT Mangatur Dharma juga memboyong komponen penunjang performa kendaraan lainnya seperti sistem kopling (clutch) dan shock absorber (peredam kejut).
Tidak ketinggalan, untuk menjawab transisi energi dan regulasi ramah lingkungan, Sakura juga telah menyiapkan jajaran produk filter khusus yang kompatibel dengan bahan bakar nabati B50 (biodiesel 50%), menunjukkan kesiapan industri dalam negeri menyambut kebijakan pemerintah.
Sebagai perusahaan yang memproduksi komponen di dalam negeri, PT Mangatur Dharma sangat memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Rudy mengungkapkan bahwa produk-produk filter buatan mereka memiliki kisaran TKDN antara 40% hingga di atas 60%, yang sudah memenuhi ambang batas minimal persyaratan pengadaan barang pemerintah.
"Kalau untuk filter, terutama untuk filter yang kita supply ke pemerintah dan sebagainya, sudah masuk di produk e-katalog," tambah Rudy.
Menatap tahun 2026, manajemen PT Mangatur Dharma berharap perekonomian Indonesia tetap berada dalam kondisi yang stabil tanpa gejolak berarti, sehingga pasar otomotif dan daya beli konsumen terjaga.
"Harapannya terutama ekonomi kita lebih stabil, tidak banyak gejolak, jadi market tetap. Customer atau pelanggan itu lebih nyaman untuk belanja dan kita bisa grow. Apalagi kalau dengan kita support berada B50 dan sebagainya ya, Sakura pasti akan support pemerintah punya planning, dan yang penting produksi dalam negeri," tutup Rudy Soerjanto.(Red)
