Majalah CEO | Sumedang – Dalam rangka mendukung program pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, Tim 1 DPP Sektor 2 Subsektor 1 Jatinangor melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan LOSEDA pada Rabu, 1 Juli 2026, yang berlokasi di wilayah RW 05, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini menyasar sekitar 250 kepala keluarga (KK) sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dari sumbernya.
Kegiatan dipimpin oleh Serka Hasan Subandi selaku Dansubsektor 1 Jatinangor, bersama anggota Tim 1 DPP yaitu Serka Nana dan Serda Agustinus. Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Dari unsur Kecamatan Jatinangor, hadir Bapak Endang Rohmayudi, S.Pd dan Bapak Muhammad Sidik, S.Sos. Sementara dari Pemerintah Desa Sayang turut hadir Bapak Dodi Kurnaedi dan Bapak Deris S. Adapun dari unsur masyarakat diwakili oleh Bapak Okay dan Ibu Ita yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Tim 1 DPP berhasil melaksanakan pembuatan LOSEDA baru sebanyak 21 unit. Selain itu, dilakukan pula pemasangan LOSEDA di 2 lubang yang telah disiapkan sebelumnya oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari implementasi sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya melalui pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
Dalam keterangannya, Serka Hasan Subandi selaku Dansubsektor 1 Jatinangor Sektor 2 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
“Pembuatan dan pemasangan LOSEDA ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri di tingkat rumah tangga. Dengan adanya sarana ini, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk memilah sampah sejak awal, sehingga dapat mengurangi beban pengangkutan dan memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan secara keseluruhan,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program ini agar dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman tanpa kendala yang berarti. Adapun untuk hambatan selama pelaksanaan kegiatan dilaporkan nihil. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah berbasis LOSEDA dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan di wilayah Kecamatan Jatinangor, khususnya Desa Sayang.***
