MAJALAHCEO - JAKARTA - PT Wilhelm Cladding Indonesia menegaskan Komitmennya untuk Memperkuat Kehadiran dan kontribusinya di Pasar Industri Energi Nasional melalui pengembangan fasilitas lokal di Cikarang, Jawa Barat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam keikutsertaan perusahaan pada The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, yang berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JHCC), Senayan, Jakarta.
Dalam pameran tersebut, PT Wilhelm Cladding Indonesia hadir melalui booth IIGCE dengan diwakili Mugiono Sukemi, Assistant General Manager, didampingi Choo Tuck Wah dan Mulriyanto, Sales Executive.
Keikutsertaan dalam IIGCE menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkenalkan teknologi dan solusi perlindungan peralatan industri, sekaligus membuka peluang kerja sama baru dengan pelaku industri energi di Indonesia.
Perkuat Layanan melalui Fasilitas di Cikarang
PT Wilhelm Cladding Indonesia menilai keberadaan fasilitas lokal di Cikarang merupakan bagian penting dari strategi perusahaan untuk memberikan layanan yang lebih cepat dan responsif kepada pelanggan di Indonesia.
“Justru kita buka di Cikarang agar spareparts siap ready dan maintenance bisa langsung dilakukan di sini,” ujar Mulriyanto saat ditemui di booth IIGCE JHCC, Jakarta.
Menurutnya, perusahaan saat ini masih menghadapi sejumlah proses perizinan terkait pemindahan mesin dari Singapura ke Indonesia. Proses tersebut membutuhkan waktu, namun perusahaan tetap optimistis fasilitas di Cikarang dapat segera mencapai target operasional penuh.
Dengan dukungan fasilitas lokal, perusahaan menargetkan ketersediaan suku cadang yang lebih cepat serta pelaksanaan pemeliharaan dan layanan teknis yang dapat dilakukan langsung di Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan industri energi nasional.
Bidik Kerja Sama dengan BUMN dan Swasta Nasional
Sejalan dengan penguatan operasional di Indonesia, PT Wilhelm Cladding Indonesia menyatakan terbuka untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik perusahaan milik negara (BUMN) maupun perusahaan swasta nasional.
Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk menjalankan seluruh kegiatan usaha sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia, termasuk memenuhi ketentuan terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
” Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami. Karena itu, kami terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai perusahaan, baik BUMN maupun swasta nasional, dengan tetap mengikuti seluruh regulasi yang berlaku di Indonesia,” kata Mulriyanto.
Menurutnya, partisipasi dalam pameran industri seperti IIGCE merupakan salah satu strategi perusahaan untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan teknologi kepada calon pelanggan, serta membuka peluang proyek baru di sektor energi.
Targetkan Komitmen Bisnis Baru
PT Wilhelm Cladding Indonesia berharap keikutsertaannya dalam IIGCE 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan peluang bisnis konkret, termasuk komitmen kerja sama dan Purchase Order (PO) dari calon pelanggan maupun mitra strategis.
“Harapan kami, dari pameran ini bisa muncul komitmen bisnis baru, termasuk PO. Yang terpenting, kami ingin terus memperkuat posisi perusahaan dalam mendukung kebutuhan industri energi di Indonesia,” ujar Mulriyanto.
Dengan pengembangan fasilitas di Cikarang dan perluasan kerja sama dengan pelaku industri nasional, PT Wilhelm Cladding Indonesia menargetkan dapat memberikan layanan yang semakin cepat, efisien, dan dekat dengan pelanggan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan industri energi Indonesia melalui penyediaan teknologi serta solusi perlindungan peralatan industri yang andal dan sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.
PT Wilhelm Cladding Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan solusi perlindungan dan perawatan peralatan industri. Dengan pengembangan fasilitas lokal di Cikarang, perusahaan terus memperkuat kapasitas layanan serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pelaku industri di Indonesia.
“
.jpg)