Dansatgas Citarum 2026 Tinjau Demplot Pupuk Organik Kosasih di Lembang, Dorong Pertanian Ramah Lingkungan

Yatiman
0

 


Majalah CEO | Lembang, 7 September 2026 — Komitmen Satgas Citarum Harum dalam mendorong penerapan pertanian yang ramah lingkungan terus dilakukan melalui berbagai langkah nyata di lapangan. Salah satunya dengan pengembangan dan pemanfaatan pupuk organik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tanah sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat.


Dansatgas Citarum 2026, Kol Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., melakukan peninjauan langsung terhadap demplot pupuk organik Kosasih yang berlokasi di wilayah Koramil Lembang, Sektor 8, pada Senin (7/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Dansatgas melihat secara langsung pelaksanaan demplot serta perkembangan pemanfaatan pupuk organik Kosasih di lahan pertanian. Peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus upaya untuk memastikan penerapan pupuk organik dapat memberikan manfaat nyata bagi lahan pertanian dan masyarakat.

Selain melakukan peninjauan, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan sebanyak 48 botol pupuk organik Kosasih kepada Dansektor 8 untuk selanjutnya dimanfaatkan dalam mendukung kegiatan demplot dan pengembangan pertanian di wilayah binaan.


Dansatgas Citarum 2026 Kol Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., menyampaikan bahwa pemanfaatan pupuk organik merupakan salah satu langkah penting dalam membangun pola pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Kita ingin mendorong masyarakat agar semakin memahami pentingnya menjaga kesuburan dan kesehatan tanah. Penggunaan pupuk organik bukan hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga bagaimana kita menjaga lingkungan agar tetap lestari,” ujar Kol Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H.


Menurutnya, keberadaan demplot menjadi sarana penting untuk memberikan contoh secara langsung kepada masyarakat mengenai penerapan pupuk organik.

 Dengan adanya hasil yang dapat dilihat dan dibandingkan di lapangan, diharapkan masyarakat semakin yakin untuk mengembangkan metode pertanian yang lebih ramah lingkungan.

“Demplot ini menjadi tempat pembelajaran dan pembuktian di lapangan. Kita ingin melihat sejauh mana pupuk organik ini dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan tanaman dan kondisi tanah. Hasilnya nanti bisa menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.


Dansatgas juga menekankan bahwa program tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor pertanian, tetapi memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan di sepanjang wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.


Penerapan pertanian yang memperhatikan kesehatan tanah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan-bahan kimia secara berlebihan serta mendorong terciptanya ekosistem pertanian yang lebih seimbang.

“Semangat kita adalah bagaimana pemulihan Citarum berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertanian harus tetap produktif, tetapi lingkungan juga harus kita jaga. Karena itu, inovasi dan penggunaan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan harus terus kita dorong,” tambah Dansatgas.


Kegiatan peninjauan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Satgas Citarum Harum, jajaran kewilayahan, serta masyarakat dalam mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung program pelestarian lingkungan.


Melalui pengembangan demplot pupuk organik Kosasih, Satgas Citarum Harum berharap dapat menghadirkan contoh nyata pengelolaan pertanian yang tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Penyerahan 48 botol pupuk organik Kosasih kepada Dansektor 8 diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan demplot serta menjadi bagian dari proses edukasi dan penerapan pertanian organik di wilayah Lembang.


Satgas Citarum Harum akan terus mendorong berbagai kegiatan inovatif yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan DAS Citarum yang semakin bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.**

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)