Dansatgas Citarum Cek Dugaan Pencemaran Sungai dan Sidak Industri di Cimareme

Yatiman
0


Majalah CEO | KBB,Air sungai yang berada di wilayah Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, diduga kerap mengalami perubahan warna. Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah muncul informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa air sungai terkadang berubah warna menjadi putih, merah, hingga hitam, disertai busa dan bau, yang diduga berasal dari limbah industri.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Dansatgas Citarum Kol Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Dansatgas juga berkomunikasi dengan warga yang berada di sekitar lokasi guna memastikan kebenaran informasi mengenai kondisi air sungai tersebut.


Lokasi tersebut sebelumnya telah dua kali menjadi perhatian di media sosial terkait dugaan pencemaran. Bahkan, Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan pengecekan. Namun, hingga saat ini belum ditemukan adanya dugaan pelanggaran dari hasil pemeriksaan tersebut.


Sejumlah warga menyampaikan bahwa air yang keluar dari outfall memang kerap mengalami perubahan warna, mulai dari putih, hitam, hingga merah. Warga juga menyebutkan adanya busa dan bau pada air yang keluar dari saluran tersebut.


Dansatgas Citarum menegaskan bahwa persoalan pencemaran Sungai Citarum, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas industri, harus diselesaikan dengan kepedulian dan hati nurani.


“Penyelesaian masalah pencemaran di Citarum dari industri itu hanya bisa diselesaikan dengan hati, bukan hanya dengan kepala. Kepala tanpa hati berarti hanya pintar, tetapi tidak punya perasaan. Karena dengan tercemarnya Citarum, yang menjadi korban adalah masyarakat.”


Ia juga mengajak seluruh pelaku industri untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membuang limbah tanpa melalui proses pengolahan yang sesuai dengan ketentuan.


“Kepada industri, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan seenaknya membuang limbah tanpa mengolahnya hingga mencemari lingkungan,” tegasnya.


Usai melakukan pengecekan di lokasi outfall, Dansatgas Citarum kemudian melanjutkan kegiatan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Sarana Makin Mulya yang berlokasi di Jalan Raya Cimareme No. 273, Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bersama anggota Sektor 4.


Di lokasi tersebut, Dansatgas melakukan pemeriksaan terhadap proses pengolahan limbah sekaligus mengambil sampel untuk membandingkan kondisi air dari outfall dengan air dari outlet perusahaan.


“Setelah kami tadi mengecek langsung ke lokasi outfall, sekarang kami mengecek outletnya. Di sini ada sampel limbah, satu dari outfall dan satunya lagi dari outlet.

 Terlihat adanya perbedaan,” ujar Dansatgas.


Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, mengingat jalur pipa outfall memiliki panjang sekitar dua kilometer. Ia menduga terdapat kemungkinan kontribusi dari pihak yang tidak bertanggung jawab di sepanjang jalur tersebut.


“Kami juga meminta agar Dinas Lingkungan Hidup bisa lebih teliti dan akurat saat melakukan pengecekan serta mengambil sampel di lokasi,” katanya.


Sementara itu, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi pabrik, proses pengolahan limbah dinilai telah berjalan sesuai dengan baku mutu. Kondisi tersebut juga disebut jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil pengecekan sebelumnya.


Dansatgas menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan pengelolaan limbah industri tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar aliran Sungai Citarum.***

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)