Majalah CEO | BANDUNG BARAT — Persoalan aliran kotoran hewan (kohe) yang mencemari selokan/parit di wilayah Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, mendapat perhatian serius dari Satgas Citarum Harum.
Dansatgas Citarum Harum 2026 Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi saluran air yang menjadi perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Peninjauan dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Dansatgas didampingi Dansektor 8 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Masrief, Baops Sektor 8 Peltu Iwan Sutiawan, Dansub Sektor 1 Parongpong Peltu Amar beserta anggota, Sekretaris KPSBU Lembang Drs. Ramdhan, Camat Parongpong beserta jajaran, Sekretaris Desa Cihideung, para Ketua RW dan RT, serta masyarakat/Gober.
Setibanya di lokasi, Dansatgas bersama Dansektor 8 langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi selokan/parit dan aliran air di sekitar wilayah tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memperoleh gambaran mengenai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.
Respons Cepat Satgas Citarum Harum
Kehadiran langsung Dansatgas di lokasi menunjukkan bahwa persoalan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan kualitas aliran air, menjadi salah satu perhatian penting dalam pelaksanaan program Citarum Harum.
Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto menekankan pentingnya penanganan persoalan lingkungan secara bersama-sama. Menurutnya, kebersihan sungai dan saluran air bukan hanya menjadi tanggung jawab Satgas, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pengelola peternakan dan masyarakat.
«“Kita melihat langsung kondisi di lapangan agar persoalan yang muncul dapat diketahui secara jelas. Yang paling penting adalah mencari solusi bersama, sehingga saluran air tidak tercemar dan masyarakat dapat merasakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujar Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto.»
Ia juga mendorong seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah, khususnya kotoran hewan, sehingga tidak dialirkan secara langsung ke selokan maupun badan air.
Dansektor 8: Jangan Biarkan Saluran Air Menjadi Tempat Pembuangan
Sementara itu, Dansektor 8 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Masrief mengatakan, peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas dalam merespons laporan dan keresahan masyarakat.
«“Kami bersama-sama turun ke lapangan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Saluran air harus kita jaga bersama. Jangan sampai selokan menjadi tempat pembuangan sampah maupun kotoran hewan karena dampaknya akan kembali kepada masyarakat,” tegas Kolonel Inf Masrief.»
Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik antara Satgas Citarum Harum, pemerintah kewilayahan, pihak terkait serta masyarakat.
Satgas Citarum Harum Sektor 8 juga akan terus melakukan pemantauan dan mendorong upaya penanganan secara berkelanjutan agar persoalan pencemaran saluran air tidak kembali terjadi.
Dorong Kesadaran Bersama
Peninjauan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kesadaran seluruh pihak mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Selain melakukan penanganan terhadap kondisi yang ditemukan di lapangan, Satgas Citarum Harum juga terus mengedepankan edukasi dan pendekatan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah maupun limbah peternakan secara sembarangan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas Citarum Harum dalam menjaga kualitas lingkungan dan ekosistem perairan di wilayah Sektor 8.
Dengan sinergi antara Satgas, pemerintah, pelaku usaha peternakan dan masyarakat, diharapkan persoalan pencemaran saluran air dapat ditangani secara menyeluruh dan tidak kembali terulang.
Kegiatan peninjauan berlangsung aman, tertib dan lancar.

