Majalah CEO | Lembang, 16 September 2026 — Sektor 8 Satgas Citarum Harum bersama Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan bertema “Higiene & Sanitasi dalam Beternak Sapi Perah” di Aula Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, wilayah Sektor 8 Satgas Citarum Harum, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para peternak sapi perah, mengenai pentingnya penerapan kebersihan dan sanitasi dalam aktivitas peternakan sekaligus pengelolaan limbah kotoran hewan (KOHE) secara tepat.
Dansektor 8 Satgas Citarum Harum dalam kegiatan tersebut diwakili Wadansektor 8, Kapten Inf Iyet Saryana. Turut hadir Bamin Sektor 8 CH Serka Nurdin Aeni Jatnika, Baops Sektor 8 CH Peltu Iwan Setiawan, Dansub Sektor Lembang Serka Ahmad Rukandi beserta anggota, Kepala Desa Pagerwangi H. Agus Ruhidayat, SE., serta jajaran pengurus KPSBU Lembang.
Dari KPSBU Lembang hadir Ketua KPSBU H. Dedi Setiadi, Bendahara Agus Rahmat Indrajaya, Ketua Pengawas H. Jajang Sumarno, Pengawas H. Asep Hamdani, dan Manajer KPSBU Uus Sontana. Kegiatan juga diikuti sekitar 140 anggota koperasi dan peternak sapi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian daftar hadir dan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Pagerwangi. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi sosialisasi dari Wadansektor 8 Satgas Citarum Harum dan Ketua KPSBU Lembang.
Materi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan penjelasan teknis mengenai pemanfaatan KOHE sapi sebagai media budidaya cacing, yang diperkuat dengan pemutaran video praktik. Para peserta kemudian diberikan kesempatan mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan pengelolaan limbah peternakan.
Dalam kegiatan tersebut ditekankan bahwa KOHE sapi tidak harus dipandang semata-mata sebagai limbah yang harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, KOHE dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya cacing. Dari proses tersebut juga dapat dihasilkan kascing (bekas media cacing) yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembenah dan penyubur tanah.
Wadansektor 8 Satgas Citarum Harum, Kapten Inf Iyet Saryana, menyampaikan bahwa pengelolaan KOHE secara tepat merupakan bagian penting dari upaya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kawasan peternakan.
«“Kami mengajak para peternak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan mengelola KOHE sapi secara baik. Limbah peternakan apabila dikelola dengan tepat dapat memberikan manfaat, salah satunya melalui budidaya cacing dan pemanfaatan kascing untuk pertanian,” ujar Kapten Inf Iyet Saryana.»
Sementara itu, kolaborasi dengan KPSBU Lembang menjadi langkah untuk memperkuat sinergi antara unsur Satgas Citarum Harum, pemerintah desa, koperasi, dan masyarakat peternak dalam menciptakan pola pengelolaan peternakan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Kolonel Inf Masrief selaku Dansektor 8 Satgas Citarum Harum menuturkan bahwa Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya higiene dan sanitasi dalam beternak sapi perah serta mampu menerapkan pengelolaan KOHE secara berkelanjutan. Pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomis juga diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta pendistribusian nasi kotak dan bahan kontak kepada peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Kolaborasi Sektor 8 Satgas Citarum Harum dan KPSBU Lembang tersebut menjadi bagian dari langkah nyata dalam mendukung program Citarum Harum, khususnya melalui edukasi masyarakat dan pengendalian potensi pencemaran lingkungan yang berasal dari peternakan.
