Majalah CEO | Bandung,-Antusiasme tinggi masyarakat menyambut laga final Indonesia vs Thailand tak hanya berpotensi menimbulkan kerawanan di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Polda Jabar memperketat patroli siber untuk mencegah provokasi dan penyebaran hoaks yang bisa memicu gangguan Kamtibmas jelang penutupan FIFA ASEAN Cup 2026.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mewanti-wanti jajarannya untuk memantau pergerakan isu di media sosial. Hal ini menyusul banyaknya agenda nonton bareng (nobar) di berbagai wilayah Jabar maupun pergerakan massa yang berangkat langsung ke Jakarta.
"Tingkatkan pemantauan terhadap ruang digital, khususnya informasi hoaks, provokasi, ajakan berkumpul, isu tiket, maupun informasi yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas. Setiap informasi menonjol agar segera diverifikasi dan dilaporkan," kata Kombes Hendra, Senin (5/10/2026).
Kombes Hendra menginstruksikan agar seluruh jajaran mengedepankan pendekatan humanis namun tetap terukur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia mewanti-wanti personel di lapangan untuk menghindari tindakan yang tidak perlu dan berpotensi memicu eskalasi konflik.
"Keberhasilan pengamanan bukan hanya pertandingan berlangsung aman, tetapi seluruh rangkaian dapat berakhir dengan aman, tertib, dan lancar. Hindari tindakan yang tidak perlu," tuturnya, Senin (5/10/2026)
Operasi Garuda Bakti 2026 sendiri akan secara resmi berakhir usai upacara penutupan (closing ceremony) di SUGBK. Hendra meminta anggotanya di wilayah Jabar untuk mempertahankan stamina dan fokus pengamanan hingga titik darah penghabisan.
"Saya ingatkan kembali kepada seluruh jajaran, jangan lengah pada hari terakhir. Pertahankan kesiapsiagaan sampai situasi benar-benar dinyatakan aman. Kita jaga keamanan, keselamatan dan nama baik Operasi Garuda Bakti sampai titik akhir. Satu komando, satu tindakan, dan tuntaskan dengan baik," tutup Kombes Hendra.**
