Majalah CEO | Sumedang, Kamis (2 Juli 2026) – Tim 2 Subsektor 2 Sektor 2 Program Citarum Harum melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan LOSEDA di RW 02, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemanfaatan bahan yang dapat digunakan kembali sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.
Wilayah RW 02 Desa Sindanggalih yang dihuni sekitar 375 kepala keluarga menjadi salah satu lokasi pembinaan Program Citarum Harum dalam pengembangan sarana pengelolaan sampah rumah tangga.
Kegiatan dipimpin oleh Serka Yayat selaku Dantim 2 Subsektor 2 Sektor 2 Citarum Harum, didampingi personel Satgas Citarum Harum Subsektor 2:
Sertu Asep Nandang;
Sertu Rahmat Hidayat;
Serda Ridwan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Kecamatan Cimanggung:
Agus Wahyudin (Camat Cimanggung);
Yaya (Sekretaris Kecamatan Cimanggung);
Didin (MP Kecamatan Cimanggung).
Dari Pemerintah Desa Sindanggalih hadir:
Sigit (Sekretaris Desa);
Cecep (Kepala Dusun 2);
Dedi (Ketua RW 02);
Ade (Ketua RT 04 RW 02).
Dalam kegiatan tersebut, Tim 2 bersama unsur pemerintah dan masyarakat berhasil melaksanakan pembuatan 37 unit LOSEDA melalui kolaborasi dengan memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai bahan utama. Selain itu, tim juga melaksanakan pemasangan 32 unit LOSEDA di wilayah RW 02 sebagai sarana pengolahan sampah organik di lingkungan permukiman.
Pemanfaatan galon bekas sebagai media LOSEDA menjadi salah satu bentuk inovasi yang tidak hanya mendukung pengurangan sampah rumah tangga, tetapi juga mengoptimalkan penggunaan kembali barang bekas agar memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Hasil monitoring di wilayah menunjukkan bahwa fasilitas budidaya maggot belum tersedia dan bank sampah juga belum ada.
Namun demikian, masyarakat telah memiliki 5 unit komposter yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik. Kondisi ini menjadi dasar untuk terus meningkatkan pembinaan dan pengembangan sarana pengelolaan sampah agar lebih terpadu.
Dantim 2 Subsektor 2 Sektor 2 Citarum Harum, Serka Yayat, menyampaikan bahwa inovasi dalam memanfaatkan barang bekas menjadi LOSEDA merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mengurangi timbulan sampah.
"Kami terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan barang-barang yang masih memiliki nilai guna sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan. Pembuatan LOSEDA dari galon bekas merupakan contoh bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan secara kreatif, sederhana, dan bermanfaat.
Ke depan kami berharap masyarakat semakin aktif memilah sampah serta mendukung pengembangan bank sampah maupun budidaya maggot agar pengelolaan sampah di lingkungan menjadi lebih optimal," ujar Serka Yayat.
Melalui kegiatan ini diharapkan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin dengan baik sehingga Program Citarum Harum mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.***
