Majalah CEO | Bandung – Satgas Citarum Harum Sektor 2 terus mengoptimalkan program pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat melalui pemasangan Loseda (Lodong Sesa Dapur) di RW 07, Desa Cilengkrang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengurangi timbulan sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Kegiatan dipimpin oleh Dantim 1 Subsektor 6 Sektor 2 Citarum Harum, Peltu Eri Susatio, bersama personel Satgas Citarum Harum Subsektor 3, yakni Sertu Didi Febrianto dan Praka Raveld Adityacahya. Kegiatan juga mendapat dukungan dari unsur Kecamatan Cilengkrang, Pemerintah Desa Cilengkrang, serta masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pembangunan Kecamatan Cilengkrang Beben, anggota Tim Kebersihan Kecamatan Agus, Kepala Dusun 1 Desa Cilengkrang Dedi Nugraha, serta staf desa Dadan. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan Program Citarum Harum di wilayah Kabupaten Bandung.
Wilayah RW 07 Desa Cilengkrang yang menjadi lokasi kegiatan memiliki sekitar 115 kepala keluarga (KK). Pada kegiatan tersebut, Satgas melaksanakan pemasangan 2 unit Loseda, sehingga jumlah keseluruhan Loseda yang telah terpasang mencapai 33 unit, dengan 21 unit lainnya masih menunggu pemasangan pada titik-titik yang telah direncanakan.
Selain pemasangan Loseda, di wilayah tersebut juga telah tersedia fasilitas budidaya maggot dan bank sampah yang menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat. Sementara itu, fasilitas komposter masih belum tersedia dan akan menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat dikembangkan pada tahap berikutnya.
Dalam keterangannya, Peltu Eri Susatio mengatakan bahwa pemasangan Loseda merupakan langkah nyata untuk mendorong masyarakat mengelola sampah organik langsung dari sumbernya sehingga tidak berakhir mencemari lingkungan maupun aliran sungai.
"Program Loseda bertujuan membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah organik sejak dari rumah. Dengan cara sederhana ini, volume sampah yang dibuang dapat dikurangi, sekaligus menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian," ujar Peltu Eri Susatio.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program Citarum Harum tidak hanya bergantung pada pembangunan sarana, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
"Kami mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan Loseda yang telah dipasang dengan baik serta terus menjaga kebersihan lingkungan. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis budaya mengelola sampah dari sumbernya akan semakin tumbuh sehingga mampu mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari pencemaran," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Satgas Citarum Harum berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik terus meningkat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian lingkungan serta mendukung keberhasilan Program Citarum Harum dalam mewujudkan daerah aliran Sungai Citarum yang bersih, sehat, dan lestari.
